Selasa, 03 September 2013

Karya Tulis Ilmiah - PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU



SMA NEGERI 20 SURABAYA
OLEH :
NAMA     : BERLIAN DUTA KRISNA
KELAS    : XII-C
ABSEN    : 08 
       
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
            Setiap makhluk hidup pasti mengalami pertumbuhan. Di dalam pertumbuhan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tersebut. Salah satu faktor yaitu adanya hormon auksin teradap cahaya
            Biji kacang hijau sangat menarik dan praktis untuk menjadi bahan penelitian karena cepat mengalami pertumbuhan. Penelitian ini untuk mengetahui besarnya pengaruh cahaya pada pertumbuhan pada tumbuhan




Rumusan Masalah
-        Apakah cahaya matahari mempengaruhi kecepatan tumbuh pada tanaman di tempat yang berbeda intensitas cahayanya?
-        Bagaimana perbedaan pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau dengan pemberian intensitas penyinaran yang berbeda?

Tujuan
-        Untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan pada biji kacang hijau.
-        Perbedaan pertumbuhan antara biji kacang hijau yang terkena cahaya langsung, tak langsung dan tidak sama sekali










BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Kajian Teori
Pertumbuhan adalah proses kenaikan volume yang bersifat irreversibel (tidak dapat balik), dan terjadi karena adanya pertambahan jumlah sel dan pembesaran dari tiap-tiap sel. Pada proses pertumbuhan biasa disertai dengan terjadinya perubahan bentuk. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif
Pada tanaman, pertumbuhan dimulai dari proses perkecambahan biji. Perkecambahan dapat terjadi apabila kandungan air dalam biji semakin tinggi karena masuknya air ke dalam biji melalui proses imbibisi. Apabila proses imbibisi sudah optimal, dimulailah perkecambahan.
Struktur yang pertama muncul, yang menyobek selaput biji adalah radikula yang merupakan calon akar primer. Radikula adalah bagian dari hipokotil. Pada bagian ujung sebelah atas terdapat epikotil (calon batang). Berdasar letak kotiledonnya, ada dua jenis perkecambahan yaitu tipe epigeal, dan tipe hypogeal
Pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder
Biji yang sudah berkecambah akan segera diikuti oleh pertumbuhan primer karena pada pucuk dan ujung akar terdapat jaringan yang bersifat meristematik (selalu membelah). Pemanjangan ujung akar dan ujung batang tersebut disebut pertumbuhan primer. Pada tumbuhan dikotil terdapat jaringan kambium yang merupakan meristem sekunder akan menyebabkan terjadinya pertumbuhan sekunder (membesar). Kambium akan membelah ke arah luar membentuk kulit kayu (floem), dan membelah ke arah dalam membentuk kayu (xilem). Pada monokotil tidak terdapat kambium sehingga hanya mengalami pertumbuhan primer saja. Pertumbuhan primer dan sekunder berlangsung terus menerus selama tumbuhan tersebut hidup.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan pada tumbuhan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:
a.    Faktor luar
Faktor luar adalah materi atau hal-hal yang terdapat diluar tanaman yang berdampak pada tanaman itu, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Termasuk ke dalam faktor luar adalah cahaya, temperatur, air, garam-garam mineral, iklim, gravitasi bumi, dan lain-lain.
1. Nutrisi
Tumbuhan memerlukan unsur mineral dengan jumlah tertentu. Unsur yang diperlukan dalam jumlah banyak disebut unsur makro, sedangkan unsur yang diperlukan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro.
2. Cahaya
Cahaya mutlak diperlukan oleh semua tumbuhan hijau untuk melakukan fotosintesis, tetapi pengaruhnya terhadap pertumbuhan perkecambahan tumbuhan adalah menghambat, karena cahaya dapat menyebabkan terurainya auxin sehingga dapat menghambat pertumbuhan. Hal ini dapat dibuktikan apabila kita meletakkan dua kecambah, yang satu di tempat gelap dan yang lain di tempat terang. Dalam jangka waktu yang sama, kecambah di tempat gelap tumbuh lebih cepat tetapi tidak normal. Pertumbuhan yang amat cepat di dalam gelap ini disebut etiolasi.
Pada tumbuhan terdapat pigmen yang disebut fitokrom, yang berfungsi mengontrol pertumbuhan dan perkembangan kloroplas, sintesis klorofil, pembentukan hormon tumbuhan (misalnya giberelin), dan pengaturan posisi daun terhadap sinar matahari. Selain itu, fitokrom berpengaruh juga terhadap fotoperiodisme, yaitu pengaruh lamanya pengaruh pencahayaan terhadap pertumbuhan dan pembentukan bunga.
Berdasarkan panjang dan intensitas penyinaran, tumbuhan dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu:
  • Tumbuhan berhari pendek (shortday plant) : Berbunga dan berbuah bila periode penyinaran lebih pendek daripada periode kritis. Contohnya: strawberry, dahlia, aster, dan krisatinum.
  • Tumbuhan berhari panjang (longday plant) : berbunga dan berbuah bila periode penyinaran lebih panjang daripada periode kritis. Contohnya: bayam selada, gandum, dan kentang.
  • Tumbuhan netral (dayneutral plant) : Tidak dipengaruhi oleh lamanya periode penyinaran. Contoh: mawar, anyer, dan bunga matahari.
3. Suhu
Secara umum, suhu akan berpengaruh terhadap kerja enzim. Bila suhu terlalu tinggi, enzim akan rusak,  dan bila suhu terlalu rendah enzim menjadi tidak aktif.
4. Kelembaban atau kadar air
Sampai pada batas-batas tertentu, makin tinggi kadar air, pertumbuhan akan makin cepat. Karena lebih banyak kadar air yang diserap dan lebih sedikit yang diuapkan, akan menyebabkan pembentangan sel-sel, dengan demikian sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimalnya.




b.    Faktor dalam
Selain faktor genetik, yang termasuk faktor-faktor dalam adalah hormon-hormon yang terlibat dalam pertumbuhan tanaman. Hormon merupakan substansi yang dihasilkan oleh tumbuhan, biasanya dalam jumlah yang sangat sedikit yang berfungsi secara fisiologis mengendalikan arah dan kecepatan tumbuh bagian-bagian dari tumbuhan.
Berikut ini adalah salah satu hormon pada tumbuhan beserta fungsinya:
  • Auksin : Auksin dibentuk oleh ujung batang dan ujung akar. Auksin yang dihasilkan oleh ujung batang akan mendominasi pertumbuhan batang utama, sehingga pertumbuhan cabang relatif sedikit. Keadaan ini dikenal dengan istilah dominansi apikal (apical dominance). Dengan memotong ujung batang, dominansi apikal akan hilang, sehingga pertumbuhan cabang-cabang batang berjalan dengan baik. Auksin dapat terurai bila terkena cahaya. Bila suatu koleoptil dikenai cahaya dari samping, maka bagian koleoptil yang terkena cahaya auksinnya akan terurai sehingga pertumbuhannya lebih lambat daripada bagian koleoptil yang tidak terkena cahaya. Akibatnya koleoptil akan tumbuh membelok ke arah datangnya sinar.
  • Giberelin : Hormon ini berfungsi mengatur pemanjangan batang (ruas batang), juga pertumbuhan pucuk dan pembentukan buah. Secara umum fungsi giberelin adalah untuk merangsang pertumbuhan meraksasa dan terbentuknya buah tanpa biji (partenokarpi).
  • Sitokinin : Hormon tumbuhan ini mempengaruhi pertumbuhan, pengaturan pembelahan sel, dan pemanjangan sel. Konsentrasi sitokinin dan auksin yang seimbang merupakan hal yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman. Sitokinin sendiri tampaknya mempunyai peranan dalam memperpanjang usia jaringan.
  • Asam Absisat (= dormin) : Asam absisat ditemukan pada umbi-umbian dan biji-biji yang dorman, beberapa jenis buah-buahan, daun, dan jaringan tumbuhan lain. Secara fungsi asam absisat adalah mempercepat penuaan daun, merangsang pengguguran daun, dan memperpanjang masa dormansi (menghambat perkecambahan biji).
  • Gas etilen : Buah yang sudah tua menghasilkan gas etilen yang dianggap sebagai hormon yang dapat mempercepat pemasakan buah yang masih mentah. Gas etilen meningkatkan respirasi sehingga buah yang asalnya keras dan masam, menjadi empuk dan berasa manis.
  • Kalin: Kalin adalah hormon yang merangsang pembentukan organ tubuh. Berdasarkan organ yang dibentuknya, kalin dibedakan atas:
    • Kaulokalin : merangsang pembentukan batang
    • Rhyzokalin : merangsang pembentukan akar. Sekarang telah diketahui bahwa rhyzokalin identik dengan vitamin B1 (thiamin)
    • Filokalin : merangsang pembentukan daun
    • Antokalin : merangsang pembentukan bunga
  • Asam traumalin : Batang atau akar tumbuhan dapat mengalami luka. Tumbuhan memiliki kemampuan untuk memperbaiki bagian yang luka, disebut daya restitusi atau regenerasi. Peristiwa ini terjadi dengan bantuan hormon luka atau kambium luka atau asam traumalin. Lukaluka yang terjadi dapat tertutup kembali dengan membentuk jaringan kalus dan jaringan yang rusak dapat diganti dengan yang baru. Bahkan dari luka pada bagian tertentu dari tubuh tumbuhan dapat tumbuh tunas baru.
Hipotesis
1. Hormon auksin yang terkena cahaya matahari mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau
2. pertumbuhan tanaman kacang hijau di tempat gelap batangnya akan lebih pajang dari pada yang terkena cahaya karena pengaruh hormon auksin
3. Pertumbuhan tanaman kacang hijau di tempat gelap batangnya berwarna putih pucat dan yang terkena cahaya tak langsung berwarna hijau sedangkan yang terkena cahaya langsung berwarna unggu di karenakan aktivitas hormon auksin dihambat oleh cahaya matahari

Variabel Percobaan
a.    Variabel bebas : letak penempatan tanaman kecambah, label A pada tempat terkena cahaya langsung, B tempat terkena cahaya tak langsung, dan C pada tembat tak terkena cahaya
b.    Variabel terikat : tinggi batang kecambah, warna daun, warna batang, keadaan tanaman.
c.     Variabel kontrol : intesitas penyiraman, jenis biji kacang hijau, jenis media tanam








BAB III
RANCANGAN PENELITIAN
Seting
Waktu : Senin,5 agustus 2013-senin, 12 agustus 2013
Tempat : Lingkungan rumah peneliti, A pada tempat terang, B tempat remang-remang, dan C pada tempat gelap.
Popolasi Dan Sempel
            Alat dan Bahan
·         Biji kacang hijau ( 9 butir pada setiap gelas percobaan)
·         Kapas (media tumbuh)
·         Gelas/ wadah (9 buah)
·         Label
·         Air
·         Alat tulis
·         Penggaris

Prosedur Kerja

1.   Sediakan wadah untuk pengamatan pertumbuhan kacang hijau sebanyak 9 (Sembilan) gelas
2.    masukan kapas sebagai media pertumbuhan kacang hijau kedalam wadah yang di sediakan
3.    masukan sebutir biji kacang hijau kedalam wadah yang sudah di isi oleh kapas
4.    beri label terhadap ketiga wadah A yang terkena cahaya langsung, B terkena cahaya tak langsung, dan C tempat gelap
5.    Amati tanaman kecambah, catat perkembangan dan pertumbuhannya selama 7 hari dengan intenistas penyiraman yang sama.









BAB IV
HASIL PENELITIAN

Hasil Pengamatan

Hari Ke-
Tinggi batang kecambah (mm)
A
B
C
I
II
III
I
II
III
I
II
III
1
Rata”
-
-
-
-
-
-
-
-
-
0
0
0
2
Rata”
6
12
6
12
15
-
-
12
12
8
9
8
3
Rata”
10
15
8
20
25
12
12
30
30
11
19
24
4
Rata”
15
18
12
42
48
21
30
48
51
15
37
43
5
Rata”
21
24
15
51
60
48
51
60
81
20
53
64
6
Rata”
27
24
15
81
90
60
81
90
120
22
77
97
7
Rata”
30
35
25
100
120
92
102
120
150
30
104
124

  Keterangan :
A : Tanaman pada tempat terkena cahaya langsung
B : Tanaman pada tempat terkena cahaya tak langsung
C : Tanaman pada tempat tak terkena cahaya





Analisa data

Pada data percobaan di atas diketahui tanaman pada keadaan gelap tumbuh lebih cepat dibanding pada keadaan terang, namun keadaannya tidak sebaik pada keadaan terang. Hal tersebut dikarenakan sinar matahari memang berguna bagi fotosintesis pada tumbuhan, namun efek lain dari sinar matahari adalah menekan hormon auksin dalam pertumbuhan sel tumbuhan.
Pada tanaman yang tidak terkena sinar matahari akan tumbuh dengan cepat, namun dengan kondisi warna daun pucat, batang ringkih, dan daunnya tidak berkembang yang dinamakan dengan etiolasi. ketidakberadaannya cahaya matahari, memacu tumbuhan untuk memproduksi hormon auksin yang ditemukan pada sel-sel meristem seperti ujung barang dan ujung akar. Hal ini dilakukan tumbuhan agar bisa segera mendapatkan cahaya matahari agar dapat berfotosintesis.
Tanaman yang tidak mengalami fotosintesis tentu saja kekurangan nutrisi yang berguana bagi pertumbuhan dan perkembangan.  Sehingga tingginya batang yang menjulang ke segala arah pada tanaman berkeadaan gelap akan lebih cepat layu hingga mati. Pada keadaan remang tanaman akan menjulang ke arah sinar matahari sebagai ciri tanaman tersebut berfotosintesis.
BAB V
KESIMPULAN
Kesimpulan
Kesimpulanyang bisa di dapat dari pengamatan ini adalah bahwa hormon auksin sengat berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan tetapi aktivitasnya dihambat oleh cahaya matahari namun cahaya matahari membuat kondisi tanaman lebih hijau dan sehat akibat proses fotosintesis yang berperan sebagai penghasil makanan bagi tumbuhan
Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar